By: Khansa Nabila Asyifa
Dalam kehidupan saat ini, banyak orang cenderung lebih sibuk membicarakan hal-hal duniawi tanpa merasa cukup atas apa yang dimiliki. Misalnya, mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan, berlebih-lebihan dalam memamerkan harta maupun gaya hidup, dan terus mengejar keinginan yang tiada habisnya.
Keinginan yang terus bertambah membuat seseorang sulit merasa puas dan merasa kurang dalam hidupnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sikap kesederhanaan mulai berkurang, bahkan perlahan mulai hilang dari kehidupan masyarakat.
Qonaah adalah sikap menerima dan merasa cukup atas hasil yang telah diusahakan, serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan selalu merasa kurang. Sedangkan syukur adalah rasa terima kasih kepada Allah SWT disertai pengakuan dalam hati bahwa segala nikmat yang dimiliki berasal dari Allah dan patut disyukuri.
Qonaah dan syukur memiliki hubungan yang sangat erat. Orang yang qonaah akan lebih mudah bersyukur karena ia merasa cukup dengan apa yang dimiliki, sedangkan orang yang bersyukur akan memiliki hati yang lebih tenang dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Qur’an, Surah Ibrahim ayat 7 yang menjelaskan bahwa Allah akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Imam Al-Ghazali juga berkata, “Al-Qona’atu hiya ridha bil-qalil wal-istighna’u ‘anil-katsir,” yang berarti qonaah adalah rela terhadap yang sedikit dan merasa cukup sehingga tidak tamak terhadap yang banyak.
Muhammad SAW selama hidupnya dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana. Meskipun beliau memiliki kedudukan dan pengaruh yang besar, beliau tidak sedikit pun memanfaatkannya untuk mengejar kemewahan dunia. Kesederhanaan Rasulullah SAW lahir dari sikap qonaah yang tertanam kuat dalam dirinya. Hal itu tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari beliau. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah anak Adam memiliki hak selain rumah untuk ditinggali, pakaian untuk menutupi auratnya, serta makanan dan air sekadarnya.”
Ketika Islam telah berkembang dan memiliki pengaruh yang besar, sementara para raja Romawi hidup bergelimang harta, Rasulullah SAW tetap tidur di atas tikar sederhana di rumahnya. Bahkan ketika pakaian beliau robek, beliau menambalnya sendiri. Semua itu menunjukkan betapa beliau tidak terpikat oleh kemewahan dunia dan lebih mengutamakan kehidupan yang sederhana.
Bagi seorang mukmin yang menyadari bahwa dunia ini adalah milik dan titipan Allah Ta’ala, maka ia akan menjalani hidup dengan sederhana dan penuh rasa syukur. Ia tidak berlebihan dalam mengejar dunia, tidak gundah ketika sesuatu belum dimilikinya, serta tidak menjadikan kenikmatan orang lain sebagai alasan untuk iri dan dengki.
Sebaliknya, ia memandang segala sesuatu dengan lapang hati. Dalam setiap keadaan, ia senantiasa bersyukur atas rezeki dan nikmat yang Allah berikan, sekecil apa pun itu, karena ia memahami bahwa semua nikmat tersebut adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meraih ridha dan kasih sayang-Nya.
Sebagai seorang muslim, kita hendaknya meneladani Rasulullah SAW dengan benar-benar menerapkan sikap qonaah dan syukur dalam kehidupan sehari-hari. Kita perlu belajar menerima apa yang telah Allah berikan, tidak berlebihan dalam segala hal, serta selalu bersyukur atas nikmat-Nya. Dengan demikian, hati akan menjadi lebih tenang, hidup terasa lebih bahagia, dan kita dapat meraih kebahagiaan sejati karena merasa cukup atas segala karunia dari Allah SWT.




semangat menulis tulisan tulisan yang bermanfaat dan menambah amal jariyah untuk persiapan ke akhirat nanti jangan lupakan avennaser ya al hazen @pencintabrahmachick
WOWWOWWOWWW EMEJING BANGET MBA NABILAAA🤯🤯
aduhh masyallah banget dehhh.bikin motifasii ana.
bagus bakk ana juga suka ke buatannya bak billl.buatannhya bak bak bgaus bget semoga bermanfaat yah bak dan juga semoga gak cuman ana yang ke motifasi tapi juga ke orang lain aminnn.
ana punya pesan baut bak dan juga ke bak bak yang lain
Pesan: setiap pertemuan pasti ada perisahan dan emang itu pasti akan berpisah tapi tergantung kita juga mengingat apa gak karna pasti akan asing karna tanpa bertemu dan juga tanpa pembicaraan jangan sampai walau sudah berpisah jangan melupakan oarang lama .se asing asingnya mbak sama kita jangn lupakan kengn dan kebaikn kita yah maaf kalo ana dan temn ana punya salah.hanya satu yang ana inginkan jangn lupain kita bk.selamat mengukir mimpi dan perjalan baru semgat dalam segala hall””’