By: Rois Misbahul Mualim Ar Rosyid
Teman-teman pasti merasakan bahwa sekarang cuaca sering panas, hujan tidak menentu, angin tiba-tiba kencang, pagi dingin banget, dan masih banyak fenomena lain yang rasa-rasanya tidak normal terjadi selama ini. Hal ini juga dirasakan oleh para petani di mana mereka sulit untuk menentukan waktu panen serta bingung cara merawat tanaman di masa yang kondisi cuaca tidak teratur dan tidak dapat diprediksi seperti sekarang. Dan, ketika kita telusuri di internet, kita menemukan satu kata kunci utama, yaitu perubahan iklim. Pada tulisan yang singkat dan sederhana ini, penulis mengajak kita untuk lebih mendalami tentang perubahan iklim, penyebab utama, dan dampaknya, khususnya kepada para petani.
Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam suhu dan pola yang terjadi dalam cakupan wilayah yang luas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri, perubahan iklim didefinisikan sebagai perubahan bermakna pada unsur iklim, seperti suhu udara dan curah hujan. Dengan adanya perubahan iklim ini, otomatis segala aktivitas manusia yang berhubungan dengan cuaca, seperti pertanian, perikanan, sampai industri, dapat terganggu.
Faktor utama yang menyebabkan fenomena ini adalah efek rumah kaca yang berlebih. Sebelumnya, apa itu efek rumah kaca? Efek rumah kaca adalah proses alami di mana panas matahari terperangkap di atmosfer Bumi oleh gas-gas tertentu, sehingga suhu permukaan Bumi tetap hangat dan layak untuk ditinggali. Kalau memang efek rumah kaca adalah fenomena yang alami, kenapa bisa berlebihan dan menyebabkan banyak dampak buruk? Ini adalah akibat ulah manusia di mana mereka menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer berlebih dengan aktivitas industri yang tidak dikelola dengan baik serta penebangan hutan secara liar, sehingga panas di atmosfer terperangkap secara berlebihan.
Dampak yang paling dirasakan terutama oleh para petani di antaranya adalah kondisi musim yang tidak jelas sehingga mengakibatkan sulit menentukan jadwal panen. Selain itu, cuaca ekstrem kerap mengakibatkan tanaman rusak dan terjadi gagal panen. Kurangnya ketersediaan air yang berkualitas juga mengakibatkan tanaman layu. Berbagai kondisi tersebut menyebabkan petani sering mendapati hasil panen yang kurang berkualitas, terjangkit penyakit, hingga gagal panen.
Petani memiliki peran penting dalam memproduksi bahan pangan dan bahan baku berbagai produk olahan. Produk olahan memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding produk mentah sehingga peredarannya memiliki peran untuk mengontrol kestabilan ekonomi di suatu pasar atau daerah. Jika kualitas dan kuantitas hasil panen terganggu, maka produktivitas produk olahan akan terganggu juga. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa terganggunya aktivitas petani dapat mengganggu kestabilan ekonomi di suatu daerah.
Setelah memahami betapa pentingnya peran petani dalam menjaga kestabilan ekonomi, sudah seharusnya kita mulai mencari cara untuk mengurangi dampak perubahan iklim, bahkan mencegahnya semakin parah. Perlu disadari bahwa akar permasalahan ini berasal dari aktivitas manusia, seperti penebangan hutan secara liar dan kegiatan industri yang tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Pertama, menerapkan konsep pertanian modern dalam aktivitas bertani. Teknik irigasi modern dan greenhouse menjadikan tanaman lebih tahan banting di cuaca yang ekstrem, seperti angin kencang, panas berlebih, dan kekurangan air. Selain itu, irigasi modern juga lebih efisien dalam pengaturan penyebaran air dan dapat dikontrol dari jauh. Prediksi cuaca digital juga berperan penting dalam menentukan jadwal panen dan perawatan.
Kedua, menanam bibit unggul. Di zaman modern, ilmu bioteknologi telah mampu merekayasa genetika tanaman sehingga tercipta bibit unggul yang tahan panas dan tahan hama. Contohnya seperti padi Inpari 42 Agritan GSR (Green Super Rice), yaitu varietas padi inbrida unggul yang dirancang untuk memberikan hasil tinggi meskipun dalam kondisi lingkungan yang kurang optimal (sub-optimum), seperti kurang air atau pupuk. Dengan menggunakan bibit unggul, kuantitas dan kualitas serta ketahanan tanaman dapat ditingkatkan.
Ketiga, menjaga lingkungan. Tentu saja hal ini adalah titik yang sangat krusial dan perlu ditekankan, karena perubahan iklim sendiri diakibatkan karena tidak dapat menjaga lingkungan dengan baik. Dimulai dari pengelolaan hutan, reboisasi, dan sistem tebang pilih yang menjaga paru-paru dunia. Dilanjut dengan pengelolaan industri dengan benar dan penggunaan energi ramah lingkungan. Semua itu dapat mengurangi polusi dan konsentrasi gas rumah kaca yang ada di atmosfer bumi.
Keempat, kebijakan pemerintah. Semua solusi tadi tidak dapat dijalankan oleh masyarakat jika pemerintah setempat tidak ikut andil dalam pelaksanaannya. Pemerintah berperan sebagai pemberi edukasi kepada para petani, serta memberi modal awal pupuk dan teknologi. Kebijakan pemerintah juga berperan penting untuk melindungi hutan dari penebangan liar sehingga dampak perubahan iklim dapat dikurangi.
Perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian, mulai dari cuaca yang tidak menentu, menurunnya hasil panen, hingga meningkatnya serangan hama dan krisis air. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi para petani, tetapi juga berdampak pada kestabilan ekonomi secara luas. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk mengatasinya, seperti penerapan pertanian modern, penggunaan bibit unggul, menjaga kelestarian lingkungan, serta dukungan dari pemerintah. Dengan adanya kerja sama antara masyarakat, petani, dan pemerintah, diharapkan sektor pertanian dapat terus bertahan dan berkembang meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.




ingin rasanya punya tanam kecil di belakang, biar rumah terasa lebih sejuk