{"id":132,"date":"2026-06-04T07:19:32","date_gmt":"2026-06-04T07:19:32","guid":{"rendered":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132"},"modified":"2026-06-04T07:25:05","modified_gmt":"2026-06-04T07:25:05","slug":"berlomba-menjadi-paling-bahagia-di-layar-kaca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132","title":{"rendered":"Berlomba Menjadi Paling Bahagia di Layar Kaca"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">By: Hasna Aqilah Azzahro<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Flexing<\/em> merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang sering digunakan di media sosial dan dalam kehidupan sehari-hari. Secara sederhana, <em>flexing<\/em> dapat diartikan sebagai tindakan pamer atau menunjukkan sesuatu yang dimiliki seseorang seperti memamerkan harta, gaya hidup, pencapaian, prestasi, atau barang-barang mewah.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"internal-linking-related-contents\"><a href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=48\" class=\"template-2\"><span class=\"cta\">Selanjutnya<\/span><span class=\"postTitle\">Tahap Awal Hidup Sukses<\/span><\/a><\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya di media sosial, tetapi <em>flexing<\/em> juga terjadi di kehidupan nyata. Contohnya seseorang mengajak temannya untuk makan di restoran mewah, hal itu menunjukkan bahwa dia mampu membayar di restoran tersebut. Banyak hal yang mendasari tindakan <em>flexing<\/em> seperti pencarian pengakuan dari orang lain, banyak orang merasa perlu diberi pujian atau mendapat pengakuan dari orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu dapat didasari dengan tekanan sosial dan adanya rasa rendah diri, seperti munculnya rasa selalu tidak cukup atau rendah diri memicu seseorang untuk memamerkan apa yang ia miliki agar setara atau lebih unggul dari orang lain. Kemudian, karena dampak budaya <em>influencer<\/em>, tren <em>influencer<\/em> atau orang-orang kaya yang sering memamerkan isi saldo ATM, kendaraan mewah, dan liburan mahal, membuat tindakan ini dianggap lumrah dan mudah ditiru.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"internal-linking-related-contents\"><a href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=90\" class=\"template-2\"><span class=\"cta\">Selanjutnya<\/span><span class=\"postTitle\">Nilai itu &hellip;.. Penting<\/span><\/a><\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak faktor yang menunjukkan dampak dari <em>flexing<\/em> seperti, dampak dari segi keuangan, banyak orang mendapat dorongan untuk selalu tampak mewah dan memaksa seseorang hidup bahkan menguras tabungan atau bahkan rela meminjam di pinjaman <em>online<\/em>. Padahal dalam peminjaman <em>online<\/em> jika kita tidak mampu untuk melunasi, kita akan selalu merasa terbebani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu dampak dari segi kesehatan mental, melihat <em>flexing<\/em> membuat orang lain merasa hidupnya kurang cukup, <em>flexing<\/em> juga dapat menimbulkan kecemasan dan depresi karena mendapat tekanan untuk mempertahankan pencitraan mewah dapat memicu stres, kecemasan sosial.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"internal-linking-related-contents\"><a href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=94\" class=\"template-2\"><span class=\"cta\">Selanjutnya<\/span><span class=\"postTitle\">Keadilan<\/span><\/a><\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu dampak sosial dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan <em>flexing<\/em> yang berlebihan dapat membuat pelaku dianggap kurang empati dan sulit membangun relasi sosial yang tulus. Dan memamerkan harta dapat meningkatkan risiko menjadi target kejahatan maupun penyalahgunaan data pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Flexing<\/em> di media sosial sebenarnya tidak bisa disalahkan secara mutlak, karena bergantung pada niat seseorang. Ada orang yang membagikan pencapaian atau keahliannya untuk memotivasi orang lain agar semangat meraih keinginannya. Namun, ada juga yang melakukannya hanya untuk pamer.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"internal-linking-related-contents\"><a href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=97\" class=\"template-2\"><span class=\"cta\">Selanjutnya<\/span><span class=\"postTitle\">Zakat sebagai pengentas kemiskinan<\/span><\/a><\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana Islam memandang <em>flexing<\/em> dalam kehidupan sehari-hari. Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana, tidak berlebihan, dan selalu bersyukur. <em>Flexing<\/em> di media sosial sering kali bertentangan dengan ajaran tersebut karena dapat menimbulkan sikap bermegah-megahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Flexing<\/em> juga dapat menjadi bentuk kelalaian karena membuat seseorang lupa bahwa segala kekayaan hanyalah titipan dari Allah SWT. Hal ini bertentangan dengan sikap rendah hati yang diajarkan dalam Islam. Islam juga melarang sikap membanggakan diri karena dapat memengaruhi niat seseorang.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"internal-linking-related-contents\"><a href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=100\" class=\"template-2\"><span class=\"cta\">Selanjutnya<\/span><span class=\"postTitle\">Jangan Buru-buru Menyalakan Lampu<\/span><\/a><\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Islam mengajarkan kita untuk bersikap zuhud, tidak terikat pada kemewahan dunia, serta senantiasa bersyukur sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad &#65018;. Kita juga harus mengetahui sikap yang baik dalam menghadapi maraknya <em>flexing<\/em> di media sosial. Kita tidak perlu terlalu menghiraukannya, melainkan tetap bersyukur dan fokus pada pencapaian yang kita miliki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menanamkan rasa syukur, kita tidak akan mudah merasa rendah diri. Jangan sampai kita terjebak dalam keinginan untuk menyaingi orang lain, karena setiap orang memiliki perjuangan yang berbeda-beda. Jika konten seperti itu terlalu sering muncul dan berdampak buruk bagi diri kita, maka kita dianjurkan untuk menghindari akun tersebut.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"internal-linking-related-contents\"><a href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103\" class=\"template-2\"><span class=\"cta\">Selanjutnya<\/span><span class=\"postTitle\">Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah<\/span><\/a><\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Kesimpulan yang dapat diambil dari fenomena <em>flexing<\/em> adalah kita harus menggunakan apa yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. <em>Flexing<\/em> perlu dihindari karena dapat menimbulkan rasa iri, dengki, dan dampak negatif lainnya. Berdasarkan hal tersebut, Islam mengajarkan kita untuk selalu menanamkan rasa syukur, hidup sederhana, menjaga niat, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Oleh karena itu, setiap pengguna media sosial perlu berhati-hati dalam mengunggah postingan dan berusaha membagikan hal-hal yang dapat memotivasi serta menghindari dampak negatif dari perbandingan sosial.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>By: Hasna Aqilah Azzahro Flexing merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang sering digunakan di media sosial dan dalam kehidupan sehari-hari. Secara sederhana, flexing dapat diartikan sebagai tindakan pamer atau menunjukkan sesuatu yang dimiliki seseorang seperti memamerkan harta, gaya hidup, pencapaian, prestasi, atau barang-barang mewah. SelanjutnyaTahap Awal Hidup SuksesTidak hanya di media sosial, tetapi flexing juga terjadi di kehidupan nyata. Contohnya seseorang mengajak temannya untuk makan di restoran mewah, hal itu menunjukkan bahwa dia mampu membayar di restoran tersebut. Banyak hal yang mendasari tindakan flexing seperti pencarian pengakuan dari orang lain, banyak orang merasa perlu diberi pujian atau mendapat pengakuan dari orang lain. Lalu dapat didasari dengan tekanan sosial dan adanya rasa rendah diri, seperti munculnya rasa selalu tidak cukup atau rendah diri memicu seseorang untuk memamerkan apa yang ia miliki agar setara atau lebih unggul dari orang lain. Kemudian, karena dampak budaya influencer, tren influencer atau orang-orang kaya yang sering memamerkan isi saldo ATM, kendaraan mewah, dan liburan mahal, membuat tindakan ini dianggap lumrah dan mudah ditiru. SelanjutnyaNilai itu &hellip;.. PentingBanyak faktor yang menunjukkan dampak dari flexing seperti, dampak dari segi keuangan, banyak orang mendapat dorongan untuk selalu tampak mewah dan memaksa seseorang hidup bahkan menguras tabungan atau bahkan rela meminjam di pinjaman online. Padahal dalam peminjaman online jika kita tidak mampu untuk melunasi, kita akan selalu merasa terbebani. Lalu dampak dari segi kesehatan mental, melihat flexing membuat orang lain merasa hidupnya kurang cukup, flexing juga dapat menimbulkan kecemasan dan depresi karena mendapat tekanan untuk mempertahankan pencitraan mewah dapat memicu stres, kecemasan sosial. SelanjutnyaKeadilanLalu dampak sosial dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan flexing yang berlebihan dapat membuat pelaku dianggap kurang empati dan sulit membangun relasi sosial yang tulus. Dan memamerkan harta dapat meningkatkan risiko menjadi target kejahatan maupun penyalahgunaan data pribadi. Flexing di media sosial sebenarnya tidak bisa disalahkan secara mutlak, karena bergantung pada niat seseorang. Ada orang yang membagikan pencapaian atau keahliannya untuk memotivasi orang lain agar semangat meraih keinginannya. Namun, ada juga yang melakukannya hanya untuk pamer. SelanjutnyaZakat sebagai pengentas kemiskinanOleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana Islam memandang flexing dalam kehidupan sehari-hari. Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana, tidak berlebihan, dan selalu bersyukur. Flexing di media sosial sering kali bertentangan dengan ajaran tersebut karena dapat menimbulkan sikap bermegah-megahan. Flexing juga dapat menjadi bentuk kelalaian karena membuat seseorang lupa bahwa segala kekayaan hanyalah titipan dari Allah SWT. Hal ini bertentangan dengan sikap rendah hati yang diajarkan dalam Islam. Islam juga melarang sikap membanggakan diri karena dapat memengaruhi niat seseorang. SelanjutnyaJangan Buru-buru Menyalakan LampuIslam mengajarkan kita untuk bersikap zuhud, tidak terikat pada kemewahan dunia, serta senantiasa bersyukur sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad &#65018;. Kita juga harus mengetahui sikap yang baik dalam menghadapi maraknya flexing di media sosial. Kita tidak perlu terlalu menghiraukannya, melainkan tetap bersyukur dan fokus pada pencapaian yang kita miliki. Dengan menanamkan rasa syukur, kita tidak akan mudah merasa rendah diri. Jangan sampai kita terjebak dalam keinginan untuk menyaingi orang lain, karena setiap orang memiliki perjuangan yang berbeda-beda. Jika konten seperti itu terlalu sering muncul dan berdampak buruk bagi diri kita, maka kita dianjurkan untuk menghindari akun tersebut. SelanjutnyaBelajar Bersahaja dari Selembar Tikar RasulullahKesimpulan yang dapat diambil dari fenomena flexing adalah kita harus menggunakan apa yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. Flexing perlu dihindari karena dapat menimbulkan rasa iri, dengki, dan dampak negatif lainnya. Berdasarkan hal tersebut, Islam mengajarkan kita untuk selalu menanamkan rasa syukur, hidup sederhana, menjaga niat, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Oleh karena itu, setiap pengguna media sosial perlu berhati-hati dalam mengunggah postingan dan berusaha membagikan hal-hal yang dapat memotivasi serta menghindari dampak negatif dari perbandingan sosial.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alhazen-post"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Berlomba Menjadi Paling Bahagia di Layar Kaca - Al-Hazen<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berlomba Menjadi Paling Bahagia di Layar Kaca - Al-Hazen\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"By: Hasna Aqilah Azzahro Flexing merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang sering digunakan di media sosial dan dalam kehidupan sehari-hari. Secara sederhana, flexing dapat diartikan sebagai tindakan pamer atau menunjukkan sesuatu yang dimiliki seseorang seperti memamerkan harta, gaya hidup, pencapaian, prestasi, atau barang-barang mewah. SelanjutnyaTahap Awal Hidup SuksesTidak hanya di media sosial, tetapi flexing juga terjadi di kehidupan nyata. Contohnya seseorang mengajak temannya untuk makan di restoran mewah, hal itu menunjukkan bahwa dia mampu membayar di restoran tersebut. Banyak hal yang mendasari tindakan flexing seperti pencarian pengakuan dari orang lain, banyak orang merasa perlu diberi pujian atau mendapat pengakuan dari orang lain. Lalu dapat didasari dengan tekanan sosial dan adanya rasa rendah diri, seperti munculnya rasa selalu tidak cukup atau rendah diri memicu seseorang untuk memamerkan apa yang ia miliki agar setara atau lebih unggul dari orang lain. Kemudian, karena dampak budaya influencer, tren influencer atau orang-orang kaya yang sering memamerkan isi saldo ATM, kendaraan mewah, dan liburan mahal, membuat tindakan ini dianggap lumrah dan mudah ditiru. SelanjutnyaNilai itu &hellip;.. PentingBanyak faktor yang menunjukkan dampak dari flexing seperti, dampak dari segi keuangan, banyak orang mendapat dorongan untuk selalu tampak mewah dan memaksa seseorang hidup bahkan menguras tabungan atau bahkan rela meminjam di pinjaman online. Padahal dalam peminjaman online jika kita tidak mampu untuk melunasi, kita akan selalu merasa terbebani. Lalu dampak dari segi kesehatan mental, melihat flexing membuat orang lain merasa hidupnya kurang cukup, flexing juga dapat menimbulkan kecemasan dan depresi karena mendapat tekanan untuk mempertahankan pencitraan mewah dapat memicu stres, kecemasan sosial. SelanjutnyaKeadilanLalu dampak sosial dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan flexing yang berlebihan dapat membuat pelaku dianggap kurang empati dan sulit membangun relasi sosial yang tulus. Dan memamerkan harta dapat meningkatkan risiko menjadi target kejahatan maupun penyalahgunaan data pribadi. Flexing di media sosial sebenarnya tidak bisa disalahkan secara mutlak, karena bergantung pada niat seseorang. Ada orang yang membagikan pencapaian atau keahliannya untuk memotivasi orang lain agar semangat meraih keinginannya. Namun, ada juga yang melakukannya hanya untuk pamer. SelanjutnyaZakat sebagai pengentas kemiskinanOleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana Islam memandang flexing dalam kehidupan sehari-hari. Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana, tidak berlebihan, dan selalu bersyukur. Flexing di media sosial sering kali bertentangan dengan ajaran tersebut karena dapat menimbulkan sikap bermegah-megahan. Flexing juga dapat menjadi bentuk kelalaian karena membuat seseorang lupa bahwa segala kekayaan hanyalah titipan dari Allah SWT. Hal ini bertentangan dengan sikap rendah hati yang diajarkan dalam Islam. Islam juga melarang sikap membanggakan diri karena dapat memengaruhi niat seseorang. SelanjutnyaJangan Buru-buru Menyalakan LampuIslam mengajarkan kita untuk bersikap zuhud, tidak terikat pada kemewahan dunia, serta senantiasa bersyukur sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad &#65018;. Kita juga harus mengetahui sikap yang baik dalam menghadapi maraknya flexing di media sosial. Kita tidak perlu terlalu menghiraukannya, melainkan tetap bersyukur dan fokus pada pencapaian yang kita miliki. Dengan menanamkan rasa syukur, kita tidak akan mudah merasa rendah diri. Jangan sampai kita terjebak dalam keinginan untuk menyaingi orang lain, karena setiap orang memiliki perjuangan yang berbeda-beda. Jika konten seperti itu terlalu sering muncul dan berdampak buruk bagi diri kita, maka kita dianjurkan untuk menghindari akun tersebut. SelanjutnyaBelajar Bersahaja dari Selembar Tikar RasulullahKesimpulan yang dapat diambil dari fenomena flexing adalah kita harus menggunakan apa yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. Flexing perlu dihindari karena dapat menimbulkan rasa iri, dengki, dan dampak negatif lainnya. Berdasarkan hal tersebut, Islam mengajarkan kita untuk selalu menanamkan rasa syukur, hidup sederhana, menjaga niat, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Oleh karena itu, setiap pengguna media sosial perlu berhati-hati dalam mengunggah postingan dan berusaha membagikan hal-hal yang dapat memotivasi serta menghindari dampak negatif dari perbandingan sosial.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Al-Hazen\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-04T07:19:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-04T07:25:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-11.49.04-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Al-Hazen\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Al-Hazen\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132\"},\"author\":{\"name\":\"Al-Hazen\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f\"},\"headline\":\"Berlomba Menjadi Paling Bahagia di Layar Kaca\",\"datePublished\":\"2026-06-04T07:19:32+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-04T07:25:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132\"},\"wordCount\":584,\"commentCount\":1,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-11.49.04-1.jpeg\",\"articleSection\":[\"Al Hazen Post\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132\",\"name\":\"Berlomba Menjadi Paling Bahagia di Layar Kaca - Al-Hazen\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-11.49.04-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-06-04T07:19:32+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-04T07:25:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-11.49.04-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-11.49.04-1.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":900},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=132#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berlomba Menjadi Paling Bahagia di Layar Kaca\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/\",\"name\":\"Al-Hazen\",\"description\":\"First Generation\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f\",\"name\":\"Al-Hazen\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Al-Hazen\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berlomba Menjadi Paling Bahagia di Layar Kaca - Al-Hazen","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Berlomba Menjadi Paling Bahagia di Layar Kaca - Al-Hazen","og_description":"By: Hasna Aqilah Azzahro Flexing merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang sering digunakan di media sosial dan dalam kehidupan sehari-hari. Secara sederhana, flexing dapat diartikan sebagai tindakan pamer atau menunjukkan sesuatu yang dimiliki seseorang seperti memamerkan harta, gaya hidup, pencapaian, prestasi, atau barang-barang mewah. SelanjutnyaTahap Awal Hidup SuksesTidak hanya di media sosial, tetapi flexing juga terjadi di kehidupan nyata. Contohnya seseorang mengajak temannya untuk makan di restoran mewah, hal itu menunjukkan bahwa dia mampu membayar di restoran tersebut. Banyak hal yang mendasari tindakan flexing seperti pencarian pengakuan dari orang lain, banyak orang merasa perlu diberi pujian atau mendapat pengakuan dari orang lain. Lalu dapat didasari dengan tekanan sosial dan adanya rasa rendah diri, seperti munculnya rasa selalu tidak cukup atau rendah diri memicu seseorang untuk memamerkan apa yang ia miliki agar setara atau lebih unggul dari orang lain. Kemudian, karena dampak budaya influencer, tren influencer atau orang-orang kaya yang sering memamerkan isi saldo ATM, kendaraan mewah, dan liburan mahal, membuat tindakan ini dianggap lumrah dan mudah ditiru. SelanjutnyaNilai itu &hellip;.. PentingBanyak faktor yang menunjukkan dampak dari flexing seperti, dampak dari segi keuangan, banyak orang mendapat dorongan untuk selalu tampak mewah dan memaksa seseorang hidup bahkan menguras tabungan atau bahkan rela meminjam di pinjaman online. Padahal dalam peminjaman online jika kita tidak mampu untuk melunasi, kita akan selalu merasa terbebani. Lalu dampak dari segi kesehatan mental, melihat flexing membuat orang lain merasa hidupnya kurang cukup, flexing juga dapat menimbulkan kecemasan dan depresi karena mendapat tekanan untuk mempertahankan pencitraan mewah dapat memicu stres, kecemasan sosial. SelanjutnyaKeadilanLalu dampak sosial dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan flexing yang berlebihan dapat membuat pelaku dianggap kurang empati dan sulit membangun relasi sosial yang tulus. Dan memamerkan harta dapat meningkatkan risiko menjadi target kejahatan maupun penyalahgunaan data pribadi. Flexing di media sosial sebenarnya tidak bisa disalahkan secara mutlak, karena bergantung pada niat seseorang. Ada orang yang membagikan pencapaian atau keahliannya untuk memotivasi orang lain agar semangat meraih keinginannya. Namun, ada juga yang melakukannya hanya untuk pamer. SelanjutnyaZakat sebagai pengentas kemiskinanOleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana Islam memandang flexing dalam kehidupan sehari-hari. Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana, tidak berlebihan, dan selalu bersyukur. Flexing di media sosial sering kali bertentangan dengan ajaran tersebut karena dapat menimbulkan sikap bermegah-megahan. Flexing juga dapat menjadi bentuk kelalaian karena membuat seseorang lupa bahwa segala kekayaan hanyalah titipan dari Allah SWT. Hal ini bertentangan dengan sikap rendah hati yang diajarkan dalam Islam. Islam juga melarang sikap membanggakan diri karena dapat memengaruhi niat seseorang. SelanjutnyaJangan Buru-buru Menyalakan LampuIslam mengajarkan kita untuk bersikap zuhud, tidak terikat pada kemewahan dunia, serta senantiasa bersyukur sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad &#65018;. Kita juga harus mengetahui sikap yang baik dalam menghadapi maraknya flexing di media sosial. Kita tidak perlu terlalu menghiraukannya, melainkan tetap bersyukur dan fokus pada pencapaian yang kita miliki. Dengan menanamkan rasa syukur, kita tidak akan mudah merasa rendah diri. Jangan sampai kita terjebak dalam keinginan untuk menyaingi orang lain, karena setiap orang memiliki perjuangan yang berbeda-beda. Jika konten seperti itu terlalu sering muncul dan berdampak buruk bagi diri kita, maka kita dianjurkan untuk menghindari akun tersebut. SelanjutnyaBelajar Bersahaja dari Selembar Tikar RasulullahKesimpulan yang dapat diambil dari fenomena flexing adalah kita harus menggunakan apa yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. Flexing perlu dihindari karena dapat menimbulkan rasa iri, dengki, dan dampak negatif lainnya. Berdasarkan hal tersebut, Islam mengajarkan kita untuk selalu menanamkan rasa syukur, hidup sederhana, menjaga niat, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Oleh karena itu, setiap pengguna media sosial perlu berhati-hati dalam mengunggah postingan dan berusaha membagikan hal-hal yang dapat memotivasi serta menghindari dampak negatif dari perbandingan sosial.","og_url":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132","og_site_name":"Al-Hazen","article_published_time":"2026-06-04T07:19:32+00:00","article_modified_time":"2026-06-04T07:25:05+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":900,"url":"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-11.49.04-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Al-Hazen","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Al-Hazen","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132"},"author":{"name":"Al-Hazen","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/#\/schema\/person\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f"},"headline":"Berlomba Menjadi Paling Bahagia di Layar Kaca","datePublished":"2026-06-04T07:19:32+00:00","dateModified":"2026-06-04T07:25:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132"},"wordCount":584,"commentCount":1,"image":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-11.49.04-1.jpeg","articleSection":["Al Hazen Post"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132","url":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132","name":"Berlomba Menjadi Paling Bahagia di Layar Kaca - Al-Hazen","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-11.49.04-1.jpeg","datePublished":"2026-06-04T07:19:32+00:00","dateModified":"2026-06-04T07:25:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/#\/schema\/person\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132#primaryimage","url":"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-11.49.04-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-11.49.04-1.jpeg","width":1600,"height":900},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=132#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/alhazen-space.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berlomba Menjadi Paling Bahagia di Layar Kaca"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/#website","url":"https:\/\/alhazen-space.com\/","name":"Al-Hazen","description":"First Generation","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/alhazen-space.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/#\/schema\/person\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f","name":"Al-Hazen","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Al-Hazen"},"sameAs":["https:\/\/alhazen-space.com"],"url":"https:\/\/alhazen-space.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=132"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/132\/revisions\/134"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/35"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}