{"id":103,"date":"2026-06-04T03:59:50","date_gmt":"2026-06-04T03:59:50","guid":{"rendered":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103"},"modified":"2026-06-04T03:59:50","modified_gmt":"2026-06-04T03:59:50","slug":"belajar-bersahaja-dari-selembar-tikar-rasulullah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103","title":{"rendered":"Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">By: Khansa Nabila Asyifa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kehidupan saat ini, banyak orang cenderung lebih sibuk membicarakan hal-hal duniawi tanpa merasa cukup atas apa yang dimiliki. Misalnya, mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan, berlebih-lebihan dalam memamerkan harta maupun gaya hidup, dan terus mengejar keinginan yang tiada habisnya.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"internal-linking-related-contents\"><a href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=48\" class=\"template-2\"><span class=\"cta\">Selanjutnya<\/span><span class=\"postTitle\">Tahap Awal Hidup Sukses<\/span><\/a><\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;Keinginan yang terus bertambah membuat seseorang sulit merasa puas dan merasa kurang dalam hidupnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sikap kesederhanaan mulai berkurang, bahkan perlahan mulai hilang dari kehidupan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Qonaah adalah sikap menerima dan merasa cukup atas hasil yang telah diusahakan, serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan selalu merasa kurang. Sedangkan syukur adalah rasa terima kasih kepada Allah SWT disertai pengakuan dalam hati bahwa segala nikmat yang dimiliki berasal dari Allah dan patut disyukuri.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"internal-linking-related-contents\"><a href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=90\" class=\"template-2\"><span class=\"cta\">Selanjutnya<\/span><span class=\"postTitle\">Nilai itu &hellip;.. Penting<\/span><\/a><\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Qonaah dan syukur memiliki hubungan yang sangat erat. Orang yang qonaah akan lebih mudah bersyukur karena ia merasa cukup dengan apa yang dimiliki, sedangkan orang yang bersyukur akan memiliki hati yang lebih tenang dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah SWT berfirman dalam Al-Qur&rsquo;an surat Al-Qur&rsquo;an, Surah Ibrahim ayat 7 yang menjelaskan bahwa Allah akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Imam Al-Ghazali juga berkata, <em>&ldquo;Al-Qona&rsquo;atu hiya ridha bil-qalil wal-istighna&rsquo;u &lsquo;anil-katsir,&rdquo;<\/em> yang berarti qonaah adalah rela terhadap yang sedikit dan merasa cukup sehingga tidak tamak terhadap yang banyak.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"internal-linking-related-contents\"><a href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=94\" class=\"template-2\"><span class=\"cta\">Selanjutnya<\/span><span class=\"postTitle\">Keadilan<\/span><\/a><\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Muhammad SAW selama hidupnya dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana. Meskipun beliau memiliki kedudukan dan pengaruh yang besar, beliau tidak sedikit pun memanfaatkannya untuk mengejar kemewahan dunia. Kesederhanaan Rasulullah SAW lahir dari sikap qonaah yang tertanam kuat dalam dirinya. Hal itu tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari beliau. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Tidaklah anak Adam memiliki hak selain rumah untuk ditinggali, pakaian untuk menutupi auratnya, serta makanan dan air sekadarnya.&rdquo;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika Islam telah berkembang dan memiliki pengaruh yang besar, sementara para raja Romawi hidup bergelimang harta, Rasulullah SAW tetap tidur di atas tikar sederhana di rumahnya. Bahkan ketika pakaian beliau robek, beliau menambalnya sendiri. Semua itu menunjukkan betapa beliau tidak terpikat oleh kemewahan dunia dan lebih mengutamakan kehidupan yang sederhana.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"internal-linking-related-contents\"><a href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=97\" class=\"template-2\"><span class=\"cta\">Selanjutnya<\/span><span class=\"postTitle\">Zakat sebagai pengentas kemiskinan<\/span><\/a><\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi seorang mukmin yang menyadari bahwa dunia ini adalah milik dan titipan Allah Ta&rsquo;ala, maka ia akan menjalani hidup dengan sederhana dan penuh rasa syukur. Ia tidak berlebihan dalam mengejar dunia, tidak gundah ketika sesuatu belum dimilikinya, serta tidak menjadikan kenikmatan orang lain sebagai alasan untuk iri dan dengki.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, ia memandang segala sesuatu dengan lapang hati. Dalam setiap keadaan, ia senantiasa bersyukur atas rezeki dan nikmat yang Allah berikan, sekecil apa pun itu, karena ia memahami bahwa semua nikmat tersebut adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meraih ridha dan kasih sayang-Nya.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"internal-linking-related-contents\"><a href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=100\" class=\"template-2\"><span class=\"cta\">Selanjutnya<\/span><span class=\"postTitle\">Jangan Buru-buru Menyalakan Lampu<\/span><\/a><\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai seorang muslim, kita hendaknya meneladani Rasulullah SAW dengan benar-benar menerapkan sikap qonaah dan syukur dalam kehidupan sehari-hari. Kita perlu belajar menerima apa yang telah Allah berikan, tidak berlebihan dalam segala hal, serta selalu bersyukur atas nikmat-Nya. Dengan demikian, hati akan menjadi lebih tenang, hidup terasa lebih bahagia, dan kita dapat meraih kebahagiaan sejati karena merasa cukup atas segala karunia dari Allah SWT.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>By: Khansa Nabila Asyifa Dalam kehidupan saat ini, banyak orang cenderung lebih sibuk membicarakan hal-hal duniawi tanpa merasa cukup atas apa yang dimiliki. Misalnya, mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan, berlebih-lebihan dalam memamerkan harta maupun gaya hidup, dan terus mengejar keinginan yang tiada habisnya. SelanjutnyaTahap Awal Hidup Sukses&nbsp;Keinginan yang terus bertambah membuat seseorang sulit merasa puas dan merasa kurang dalam hidupnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sikap kesederhanaan mulai berkurang, bahkan perlahan mulai hilang dari kehidupan masyarakat. Qonaah adalah sikap menerima dan merasa cukup atas hasil yang telah diusahakan, serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan selalu merasa kurang. Sedangkan syukur adalah rasa terima kasih kepada Allah SWT disertai pengakuan dalam hati bahwa segala nikmat yang dimiliki berasal dari Allah dan patut disyukuri. SelanjutnyaNilai itu &hellip;.. PentingQonaah dan syukur memiliki hubungan yang sangat erat. Orang yang qonaah akan lebih mudah bersyukur karena ia merasa cukup dengan apa yang dimiliki, sedangkan orang yang bersyukur akan memiliki hati yang lebih tenang dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur&rsquo;an surat Al-Qur&rsquo;an, Surah Ibrahim ayat 7 yang menjelaskan bahwa Allah akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Imam Al-Ghazali juga berkata, &ldquo;Al-Qona&rsquo;atu hiya ridha bil-qalil wal-istighna&rsquo;u &lsquo;anil-katsir,&rdquo; yang berarti qonaah adalah rela terhadap yang sedikit dan merasa cukup sehingga tidak tamak terhadap yang banyak. SelanjutnyaKeadilanMuhammad SAW selama hidupnya dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana. Meskipun beliau memiliki kedudukan dan pengaruh yang besar, beliau tidak sedikit pun memanfaatkannya untuk mengejar kemewahan dunia. Kesederhanaan Rasulullah SAW lahir dari sikap qonaah yang tertanam kuat dalam dirinya. Hal itu tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari beliau. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Tidaklah anak Adam memiliki hak selain rumah untuk ditinggali, pakaian untuk menutupi auratnya, serta makanan dan air sekadarnya.&rdquo; Ketika Islam telah berkembang dan memiliki pengaruh yang besar, sementara para raja Romawi hidup bergelimang harta, Rasulullah SAW tetap tidur di atas tikar sederhana di rumahnya. Bahkan ketika pakaian beliau robek, beliau menambalnya sendiri. Semua itu menunjukkan betapa beliau tidak terpikat oleh kemewahan dunia dan lebih mengutamakan kehidupan yang sederhana. SelanjutnyaZakat sebagai pengentas kemiskinanBagi seorang mukmin yang menyadari bahwa dunia ini adalah milik dan titipan Allah Ta&rsquo;ala, maka ia akan menjalani hidup dengan sederhana dan penuh rasa syukur. Ia tidak berlebihan dalam mengejar dunia, tidak gundah ketika sesuatu belum dimilikinya, serta tidak menjadikan kenikmatan orang lain sebagai alasan untuk iri dan dengki.&nbsp; Sebaliknya, ia memandang segala sesuatu dengan lapang hati. Dalam setiap keadaan, ia senantiasa bersyukur atas rezeki dan nikmat yang Allah berikan, sekecil apa pun itu, karena ia memahami bahwa semua nikmat tersebut adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meraih ridha dan kasih sayang-Nya. SelanjutnyaJangan Buru-buru Menyalakan LampuSebagai seorang muslim, kita hendaknya meneladani Rasulullah SAW dengan benar-benar menerapkan sikap qonaah dan syukur dalam kehidupan sehari-hari. Kita perlu belajar menerima apa yang telah Allah berikan, tidak berlebihan dalam segala hal, serta selalu bersyukur atas nikmat-Nya. Dengan demikian, hati akan menjadi lebih tenang, hidup terasa lebih bahagia, dan kita dapat meraih kebahagiaan sejati karena merasa cukup atas segala karunia dari Allah SWT.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":104,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alhazen-post"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah - Al-Hazen<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah - Al-Hazen\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"By: Khansa Nabila Asyifa Dalam kehidupan saat ini, banyak orang cenderung lebih sibuk membicarakan hal-hal duniawi tanpa merasa cukup atas apa yang dimiliki. Misalnya, mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan, berlebih-lebihan dalam memamerkan harta maupun gaya hidup, dan terus mengejar keinginan yang tiada habisnya. SelanjutnyaTahap Awal Hidup Sukses&nbsp;Keinginan yang terus bertambah membuat seseorang sulit merasa puas dan merasa kurang dalam hidupnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sikap kesederhanaan mulai berkurang, bahkan perlahan mulai hilang dari kehidupan masyarakat. Qonaah adalah sikap menerima dan merasa cukup atas hasil yang telah diusahakan, serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan selalu merasa kurang. Sedangkan syukur adalah rasa terima kasih kepada Allah SWT disertai pengakuan dalam hati bahwa segala nikmat yang dimiliki berasal dari Allah dan patut disyukuri. SelanjutnyaNilai itu &hellip;.. PentingQonaah dan syukur memiliki hubungan yang sangat erat. Orang yang qonaah akan lebih mudah bersyukur karena ia merasa cukup dengan apa yang dimiliki, sedangkan orang yang bersyukur akan memiliki hati yang lebih tenang dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur&rsquo;an surat Al-Qur&rsquo;an, Surah Ibrahim ayat 7 yang menjelaskan bahwa Allah akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Imam Al-Ghazali juga berkata, &ldquo;Al-Qona&rsquo;atu hiya ridha bil-qalil wal-istighna&rsquo;u &lsquo;anil-katsir,&rdquo; yang berarti qonaah adalah rela terhadap yang sedikit dan merasa cukup sehingga tidak tamak terhadap yang banyak. SelanjutnyaKeadilanMuhammad SAW selama hidupnya dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana. Meskipun beliau memiliki kedudukan dan pengaruh yang besar, beliau tidak sedikit pun memanfaatkannya untuk mengejar kemewahan dunia. Kesederhanaan Rasulullah SAW lahir dari sikap qonaah yang tertanam kuat dalam dirinya. Hal itu tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari beliau. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Tidaklah anak Adam memiliki hak selain rumah untuk ditinggali, pakaian untuk menutupi auratnya, serta makanan dan air sekadarnya.&rdquo; Ketika Islam telah berkembang dan memiliki pengaruh yang besar, sementara para raja Romawi hidup bergelimang harta, Rasulullah SAW tetap tidur di atas tikar sederhana di rumahnya. Bahkan ketika pakaian beliau robek, beliau menambalnya sendiri. Semua itu menunjukkan betapa beliau tidak terpikat oleh kemewahan dunia dan lebih mengutamakan kehidupan yang sederhana. SelanjutnyaZakat sebagai pengentas kemiskinanBagi seorang mukmin yang menyadari bahwa dunia ini adalah milik dan titipan Allah Ta&rsquo;ala, maka ia akan menjalani hidup dengan sederhana dan penuh rasa syukur. Ia tidak berlebihan dalam mengejar dunia, tidak gundah ketika sesuatu belum dimilikinya, serta tidak menjadikan kenikmatan orang lain sebagai alasan untuk iri dan dengki.&nbsp; Sebaliknya, ia memandang segala sesuatu dengan lapang hati. Dalam setiap keadaan, ia senantiasa bersyukur atas rezeki dan nikmat yang Allah berikan, sekecil apa pun itu, karena ia memahami bahwa semua nikmat tersebut adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meraih ridha dan kasih sayang-Nya. SelanjutnyaJangan Buru-buru Menyalakan LampuSebagai seorang muslim, kita hendaknya meneladani Rasulullah SAW dengan benar-benar menerapkan sikap qonaah dan syukur dalam kehidupan sehari-hari. Kita perlu belajar menerima apa yang telah Allah berikan, tidak berlebihan dalam segala hal, serta selalu bersyukur atas nikmat-Nya. Dengan demikian, hati akan menjadi lebih tenang, hidup terasa lebih bahagia, dan kita dapat meraih kebahagiaan sejati karena merasa cukup atas segala karunia dari Allah SWT.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Al-Hazen\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-04T03:59:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabilla.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1412\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1197\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Al-Hazen\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Al-Hazen\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103\"},\"author\":{\"name\":\"Al-Hazen\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f\"},\"headline\":\"Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah\",\"datePublished\":\"2026-06-04T03:59:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103\"},\"wordCount\":493,\"commentCount\":3,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/nabilla.webp\",\"articleSection\":[\"Al Hazen Post\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103\",\"name\":\"Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah - Al-Hazen\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/nabilla.webp\",\"datePublished\":\"2026-06-04T03:59:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/nabilla.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/nabilla.webp\",\"width\":1412,\"height\":1197},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?p=103#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/\",\"name\":\"Al-Hazen\",\"description\":\"First Generation\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f\",\"name\":\"Al-Hazen\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Al-Hazen\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/alhazen-space.com\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah - Al-Hazen","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah - Al-Hazen","og_description":"By: Khansa Nabila Asyifa Dalam kehidupan saat ini, banyak orang cenderung lebih sibuk membicarakan hal-hal duniawi tanpa merasa cukup atas apa yang dimiliki. Misalnya, mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan, berlebih-lebihan dalam memamerkan harta maupun gaya hidup, dan terus mengejar keinginan yang tiada habisnya. SelanjutnyaTahap Awal Hidup Sukses&nbsp;Keinginan yang terus bertambah membuat seseorang sulit merasa puas dan merasa kurang dalam hidupnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sikap kesederhanaan mulai berkurang, bahkan perlahan mulai hilang dari kehidupan masyarakat. Qonaah adalah sikap menerima dan merasa cukup atas hasil yang telah diusahakan, serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan selalu merasa kurang. Sedangkan syukur adalah rasa terima kasih kepada Allah SWT disertai pengakuan dalam hati bahwa segala nikmat yang dimiliki berasal dari Allah dan patut disyukuri. SelanjutnyaNilai itu &hellip;.. PentingQonaah dan syukur memiliki hubungan yang sangat erat. Orang yang qonaah akan lebih mudah bersyukur karena ia merasa cukup dengan apa yang dimiliki, sedangkan orang yang bersyukur akan memiliki hati yang lebih tenang dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur&rsquo;an surat Al-Qur&rsquo;an, Surah Ibrahim ayat 7 yang menjelaskan bahwa Allah akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Imam Al-Ghazali juga berkata, &ldquo;Al-Qona&rsquo;atu hiya ridha bil-qalil wal-istighna&rsquo;u &lsquo;anil-katsir,&rdquo; yang berarti qonaah adalah rela terhadap yang sedikit dan merasa cukup sehingga tidak tamak terhadap yang banyak. SelanjutnyaKeadilanMuhammad SAW selama hidupnya dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana. Meskipun beliau memiliki kedudukan dan pengaruh yang besar, beliau tidak sedikit pun memanfaatkannya untuk mengejar kemewahan dunia. Kesederhanaan Rasulullah SAW lahir dari sikap qonaah yang tertanam kuat dalam dirinya. Hal itu tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari beliau. Rasulullah SAW bersabda: &ldquo;Tidaklah anak Adam memiliki hak selain rumah untuk ditinggali, pakaian untuk menutupi auratnya, serta makanan dan air sekadarnya.&rdquo; Ketika Islam telah berkembang dan memiliki pengaruh yang besar, sementara para raja Romawi hidup bergelimang harta, Rasulullah SAW tetap tidur di atas tikar sederhana di rumahnya. Bahkan ketika pakaian beliau robek, beliau menambalnya sendiri. Semua itu menunjukkan betapa beliau tidak terpikat oleh kemewahan dunia dan lebih mengutamakan kehidupan yang sederhana. SelanjutnyaZakat sebagai pengentas kemiskinanBagi seorang mukmin yang menyadari bahwa dunia ini adalah milik dan titipan Allah Ta&rsquo;ala, maka ia akan menjalani hidup dengan sederhana dan penuh rasa syukur. Ia tidak berlebihan dalam mengejar dunia, tidak gundah ketika sesuatu belum dimilikinya, serta tidak menjadikan kenikmatan orang lain sebagai alasan untuk iri dan dengki.&nbsp; Sebaliknya, ia memandang segala sesuatu dengan lapang hati. Dalam setiap keadaan, ia senantiasa bersyukur atas rezeki dan nikmat yang Allah berikan, sekecil apa pun itu, karena ia memahami bahwa semua nikmat tersebut adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meraih ridha dan kasih sayang-Nya. SelanjutnyaJangan Buru-buru Menyalakan LampuSebagai seorang muslim, kita hendaknya meneladani Rasulullah SAW dengan benar-benar menerapkan sikap qonaah dan syukur dalam kehidupan sehari-hari. Kita perlu belajar menerima apa yang telah Allah berikan, tidak berlebihan dalam segala hal, serta selalu bersyukur atas nikmat-Nya. Dengan demikian, hati akan menjadi lebih tenang, hidup terasa lebih bahagia, dan kita dapat meraih kebahagiaan sejati karena merasa cukup atas segala karunia dari Allah SWT.","og_url":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103","og_site_name":"Al-Hazen","article_published_time":"2026-06-04T03:59:50+00:00","og_image":[{"width":1412,"height":1197,"url":"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabilla.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Al-Hazen","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Al-Hazen","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103"},"author":{"name":"Al-Hazen","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/#\/schema\/person\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f"},"headline":"Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah","datePublished":"2026-06-04T03:59:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103"},"wordCount":493,"commentCount":3,"image":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabilla.webp","articleSection":["Al Hazen Post"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103","url":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103","name":"Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah - Al-Hazen","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabilla.webp","datePublished":"2026-06-04T03:59:50+00:00","author":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/#\/schema\/person\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103#primaryimage","url":"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabilla.webp","contentUrl":"https:\/\/alhazen-space.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabilla.webp","width":1412,"height":1197},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/?p=103#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/alhazen-space.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Belajar Bersahaja dari Selembar Tikar Rasulullah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/#website","url":"https:\/\/alhazen-space.com\/","name":"Al-Hazen","description":"First Generation","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/alhazen-space.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/alhazen-space.com\/#\/schema\/person\/268cb69c2cbcf66bd93844e33e40265f","name":"Al-Hazen","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e05d1223d8a5ebfcaf746c2c6261ce4fed14eee41f8361d2b1f4631cd1267e6c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Al-Hazen"},"sameAs":["https:\/\/alhazen-space.com"],"url":"https:\/\/alhazen-space.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=103"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":105,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/103\/revisions\/105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alhazen-space.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}